Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan - Sistem perangkingan CPNS 2018, Sistem SKD CPNS 2018, Sistem TKD CPNS, Sistem Penilaian SKD, Soal SKD Sistem CAT

Selamat datang di situs berita Jabar Post Media. Kami menyajikan sejumlah informasi yang aktual dan terpercaya untuk Anda yang ditulis dari berbagai sumber terpercaya. Untuk pencarian berita yang serupa atau satu tema, Anda bisa menemukan di kategori CPNS. Selamat membaca!

Judul : Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media
Link: Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media
Wakil Presiden Yusuf Kalla (Kompas.Com)
Perubahan cara penilaian tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 dari yang awalnya harus memenuhi passing grade menjadi sistem perangkingan menuai pro dan kontra terutama di komunitas para peserta CPNS 2018.

Sebagian pihak atau peserta ada yang menyambut baik hal ini, namun sebagian lagi menyayangkan sikap panitia CPNS 2018 yang dirasa plin-plan dalam membuat sebuah keputusan.

Dilansir dari Kompas.Com, Minggu (18/11/2018) bahwa Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membeberkan satu dari 5 fakta mengapa pihak panitia BKN mengganti sistem kelulusan SKD menjadi perangkingan.

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan

1. Sistem Perangkingan Diatur Oleh BKN

Perubahan sistem menjadi perangkingan berawal dari banyaknya peserta tes CPNS 2018 yang gagal memenuhi passing grade sehingga kuota untuk menuju tahap selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang menjadi sangat sedikit.

Pihak BKN pun enggan jika solusinya harus menurunkan nilai passing grade lantaran tidak ingin jika peserta yang dihasilkan tidak berkualitas.
Sementara itu Bima Haria Wibisana selaku Kepala BKN menyatakan bahwa sikap panitia CPNS 2018 harus diputuskan guna mengantisipasi formasi yang kosong lantaran banyaknya peserta yang tidak lolos terutama tenaga kesehatan dan guru.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak-anak. Kan lebih baik ada gurunya daripada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," kata Bima saat di Kota Malang, Jumat (16/11/2018) seperti dikutip dari Kompas.Com.

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan

2. Alasan BKN Enggan Menurunkan Nilai Passing Grade

Sikap BKN yang enggan menurunkan passing grade lantaran taruhannya adalah masyarakat dimana nantinya jika dibiarkan maka masyarakat akan mendapatkan aparat negara yang tidak berkualitas.

"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek-elek (jelek-jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak-anak kita diajar oleh guru-guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak-anak (peserta) tes ini yang passing grade-nya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali," kata Bima.

3. Sistem Perangkingan dari BKN

Sebelum melakukan sistem perangkingan, pihak BKN akan terlebih dahulu menunggu semua hasil tes SKD di setiap daerah sehingga mengetahui berapa jumlah peserta yang murni lolos memenuhi passing grade.

Sementara sistem perangkingan akan dilakukan sesuai kebutuhan berapa peserta lagi yang diperlukan untuk memenuhi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan udah penuh. Kan tidak diperlukan lagi. Tapi misalnya dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang orang lagi. Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya," katanya.

"Tadi malam (aturannya) baru tanda tangan, belum baca lagi. Kalau sudah di tanda tangani akan masuk lembaran negara, jadi mungkin Senin baru efektif," lanjut Bima.

Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan

4. Jusuf Kalla: Butuh 200 Ribu Untuk Dapat 100 Ribu

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut berkomentar bahwa 100 ribu formasi PNS yang dibutuhkan oleh negara belum dapat terpenuhi lantaran hanya 8% saja peserta yang lolos ke tahap selanjutnya.

"Saya baru terima laporan dari Menteri PAN-RB tadi pagi tentang hasil ujian masuk PNS. Dari 4 juta yang melamar, yang sesuai SDM yang boleh ikut ujian 1,8 juta orang. Dari total itu, hanya 8 persen yang bisa lulus. Itu kurang lebih 100.000. Padahal kita butuh 200.000," kata Kalla saat ditemui di acara Tempo Economic Outlook di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Kamis (15/11/2018)

Diungkapkannya bahwa keterampilan para peserta harus ditingkatkan agar lebih baik lagi setelah melihat banyaknya para peserta CPNS 2018 yang gugur di tes SKD.

5. Tidak Ada Pengulangan Tes SKD Karena Tidak Ada Dana

Banyaknya komentar peserta CPNS 2018 yang ingin agar tes SKD diulang daripada diubah sistemnya menjadi perangkingan mendapat tanggapan dari Menteri Perberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin.

Disebutkan bahwa tidak akan ada sistem ujian atau tes ulang SKD karena tidak ada dana untuk pengujian ulang tersebut.

"Diulang enggak ada uangnya, (tidak ada) anggarannya," ujar Syafruddin di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

"Sekarang tim panselnas sedang menyusun kembali ramuan untuk mengatasi ini," tambah Syafruddin dalam konferensi pers di Restoran Pand'or, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Demikian Informasi Tentang Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media

Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat pengetahuan untuk para pembaca sekalian.

Anda telah menyaksikan Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media dengan link https://www.jabarpost.net/2018/11/fakta-sistem-perangkingan-tes-skd-cpns-2018.html

0 Response to "Jusuf Kalla Beberkan Satu Dari 5 Fakta Perubahan Tes SKD CPNS 2018 Menjadi Sistem Perangkingan | JabarPost Media"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...